TerbaruTerbaru

Selamat Datang!

 DI WEBSITE KAMI

.sn

Kepala Sekolah SMK NU Lekok

AHMAD SUHAIFI, S.Pd

 

SKEMA SERTIFIKASI  KKNI LEVEL II PADA KOMPETENSI KEAHLIAN MULTIMEDIA

Skema  sertifikasi  KKNI  Level II  pada  Kompetensi   Keahlian Multimedia  merupakan  skema sertifikasi  KKNI   yang dikembangkan  oleh komite  skema sertifikasi BNSP bersama  Direktorat Pembinaan  SMK.  Skema  mengacu  pada SKKNI  Nomor  115   Tahun  2007 Tentang  Penetapan SKKNI Sektor Komunikasi Sub sektor Pos dan Telekomunikasi Bidang jaringan Telekomunikasi Sub Bidang Jasa Multimedia dan   SKKNI Nomor 400 Tahun  2014 Tentang Penetapan  SKKNI Kategori  lnformasi  dan Komunikasi  Golongan  Pokok Produksi  Gambar  Bergerak,  Video dan Program Televisi,  Perekaman Suara, dan Penerbitan Musik Bidang Pembuatan Animasi. Skema sertifikasi  ini  digunakan  untuk  memastikan  kompetensi   lulusan  Sekolah Menengah  Kejuruan dan sebagai   acuan   bagi   LSP SMK  dan asesor  kompetensi   dalam  pelaksaan sertifikasi kompetensi  Keahlian Multimedia.


Kementerian

Pendidikan dan Kebudayaan

R.I

 

ilBNSP

6ADAN NASIONAL SERTIFIKASI   PROFESI

 

SKEMA SERTIFIKASI KKNI LEVEL II PADA KOMPETENSI KEAHLIAN

MULTIMEDIA

Disahkan pada tanggal 6 November 2017

Oleh:

_,,_,,,..

,...,...,.....,{l,a ·""' nal Sertifikasi Profesi

(BNSP)

 

2017

RAOAN  NA<;IONAI   SFRTIF  KA<.I   PROFF<.I

 

  1. Asrizal Tatang
  1. 2. Inda Mapiliandari
  1. 3. Muhammad Najib
  1. 4. Mulyanto
  1. Hendra Pribadi

 

:                                                     :   �-·.

.........•.................................

 

  1. 1. LATAR BELAKANG

Pemberlakuan era  persaingan  bebas dalam  regional  Asia Tenggara  yang  dikenal dengan sebutan  Masyarakat   Ekonomi  ASEAN  (MEA)  sudah  diberlakukan.  Perhimpunan   masyarakat bangsa Asia Tenggara dalam organisasi Association of South East Asian Nation (ASEAN) sepakat untuk memperkuat  kawasan  dengan  membuka  akses  perekonomian  lewat pasar  bebas  yang dimulai sejak tahun  2016 ini. Beberapa sektor sudah disepakati  terbuka  untuk menuju  integrasi ekonomi   Visi  ASEAN   2020.     Masyarakat  Ekonomi   ASEAN   tidak   hanya  membuka   arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga untuk tenaga Multimedia dan lainnya.  Oleh karena  itu, MEA secara langsung akan menuntut kualitas tenaga kerja di Indonesia.

Undang-undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab XVI pasal   61  ayat  3 menyatakan  bahwa  sertifikat  kompetensi  diberikan  oleh  penyelenggara pendidikan  dan   pelatihan   kepada  peserta  didik  dan  warga  masyarakat   sebagai  pengakuan terhadap kompetensi untuk melakukan pekerjaan tertentu setelah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi atau lembaga sertifikasi.

Tuntutan kebutuhan industri di bidang Multimedia  menghendaki  tenaga  kerja yang memiliki kompetensi  yang  terstandarisasi dan  profesional.  Tenaga  kerja yang  memiliki  kompetensi  yang baik  bersumber dari  proses pendidikan   yang  baik,  maka  untuk membangun,  memelihara,  dan memastikan kompetensi bagi peserta didik program keahlian Multimedia perlu diselenggarakannya sertifikasi kompetensi oleh LSP SMK yang sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan  Menengah  Kementerian Pendidikan  dan  Kebudayaan  Nomor :   4678/D/KEP/MK/2016 tentang  Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan.

Dengan  skema  sertifikasi  yang  mengacu   langsung  pada  SKKNI  ini  diharapkan  dapat memberi manfaat langsung para pemangku kepentingan.

1.1.  Bagi lndustri

1.1.1. Membantu  industri  meyakinkan  kepada  kliennya  bahwa  jasanya  telah  dibuat oleh tenaga-tenaga yang kompeten.

1.1.2. Membantu    industri   dalam    rekruitmen   dan    mengembangkan    tenaga    berbasis kompetensi guna meningkatkan efisensi pengembangan  SOM khususnya dan efisiensi nasional pada umumnya.

1.1.3. Membantu industri dalam sistem pengembangan  karir dan remunerasi tenaga berbasis kompetensi dan meningkatkan produktivitas.

 

1.2.  Bagi Tenaga Kerja

1.2.1. Membantu   tenaga   profesi  meyakinkan   kepada  organisasi/industri/kliennya    bahwa dirinya  kompeten  dalam  bekerja atau menghasilkan jasa  dan meningkatkan  percaya diri tenaga profesi

1.2.2. Membantu  tenaga   profesi  dalam   merencanakan   karirnya   dan   mengukur  tingkat pencapaian   kompetensi  dalam  proses  belajar di  lembaga  formal  maupun  secara mandiri.

1.2.3. Membantu tenaga profesi dalam memenuhi persyaratan regulasi.

1.2.4.  Membantu pengakuan kompetensi lintas sektor dan lintas negara.

1.2.5.  Membantu tenaga profesi dalam promosi profesinya dipasar tenaga kerja

1.3.    Bagi Lembaga Pendidikan dan juga Pelatihan.

1.3.1.  Membantu  memastikan  link and matchantara kompetensi  lulusan  dengan  tuntutan kompetensi dunia industri.

1.3.2.  Membantu memastikan tercapainya efisiensi dalam pengembangan program diklat.

1.3.3.  Membantu memastikan  pencapain hasil diklat yang tinggi.

1.3.4.  Membantu  Lembaga  diklat  dalam  sistem  asesmen  yang  dapat  memastikan  dan memelihara kompetensi peserta diklat.

  1. 2. RUANG LINGKUP  SKEMA SERTIFIKASI

2.1     Ruang  Lingkup  :    Multimedia

2.2     Lingkup  penggunaan  sertifikat:  pada perusahaan,  instansi, lembaga,  atau organisasi yang memiliki divisi atau berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi

  1. 3. TUJUAN  SERTIFIKASI

3.1.    Memastikan   kompetensi  kerja KKNI Level II Multimedia

3.2.    Sebagai acuan dalam melaksanakan asesmen oleh  LSP SMK atau asesor lainnya.

  1. 4. ACUAN  NORMATIF

Acuan-acuan yang digunakan dalam menyusun skema sertifikasi ini meliputi:

4.1.  Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

4.2.  Undang-undang  Republik  Indonesia  Nomor  20  tahun  2003  tentang  Sistem  Pendidikan

Nasional.

 

4.3.  Peraturan  Pemerintah  Republik  Indonesia  Nomor 23 tahun  2004  tentang  Badan  Nasional

Sertifikasi Profesi.

4.4.  Peraturan  Pemerintah  Republik Indonesia  Nomor 31  tahun  2006 tentang  Sistem Pelatihan

Kerja Nasional

4.5.  lnstruksi  Presiden   nomor 9 Tahun  2016 tentang  Revitalisasi  Sekolah  Menengah Kejuruan

Dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia  Indonesia.

4.6.  Peraturan Menteri Ketenagakerjaan  Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2016 tentang Sistem

Standardisasi Kompetensi  Kerja Nasional.

4.7.  Peraturan Menteri Ketenagakerjaan   Republik Indonesia No. 3 tahun  2016 tentang Tatacara

Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.

4.8.  Keputusan  Menteri  Tenaga Kerja dan Transmigrasi  Republik Indonesia  Nomor   115 tahun

2007 Tentang  Penetapan  SKKNI  Sektor  Komunikasi  Sub sektor  Pos dan  Telekomunikasi

Bidang jaringan Telekomunikasi   Sub Bidang Jasa Multimedia

4.9.  Keputusan  Menteri  Tenaga Kerja dan Transmigrasi  Republik Indonesia  Nomor 400 Tahun

2014  Tentang   Penetapan   SKKNI  Kategori  lnformasi  dan  Komunikasi   Golongan   Pokok Produksi Gambar Bergerak, Video dan Program Televisi, Perekaman Suara, dan Penerbitan Musik Bidang Pembuatan Animasi

4.10.Surat Keputusan  Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah No.130/D/KEP/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah Kejuruan

4.11. Peraturan  Bad an   Nasional  Sertifikasi  Profesi  Nomor:  1/BNSP/111/2014  tentang  Penilaian

Kesesuaian - Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Profesi

4.12. Peraturan  Bad an  Nasional  Sertifikasi  Profesi  Nomor:  2/BNSP/VI 11/2017  tentang  Pedoman

Pengembangan dan Pemeliharaan Skema Sertifikasi Profesi

4.13.Peraturan  Badan   Nasional  Sertifikasi  Profesi  Nomor:  1/BNSP/11/2017  tentang  Pedoman

Pelaksanaan Sertifikasi Profesi bagi Lulusan SMK

  1. KEMASAN  I PAKET KOMPETENSI

5.1.    Deskripsi

Jenis kemasan ini adalah kemasan  KKNI yang merupakan  KKNI   kompetensi  teknis lulusan SMK. KKNI    ini merefleksikan peran  individu dalam melaksanakan    satu  tugas  spesifik, dengan menggunakan alat, dan informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan,  serta menunjukkan   kinerja  dengan   mutu  yang   terukur,  di   bawah  pengawasan   langsung atasannya.  Memiliki pengetahuan operasional dasar dan pengetahuan faktual bidang kerja

yang  spesifik,  sehingga  mampu  memilih  penyelesaian  yang  tersedia  terhadap  masalaht-,.....          

\   7'1

 

yang  lazim  timbul.  Bertanggung jawab pada pekerjaan  sendiri  dan dapat diberi  tanggung jawab membimbing orang lain.

5.2.     Sikap Kerja

Secara umum sikap kerja yang diharapkan :

  1. a. Bertaqwa  kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  1. b. Memiliki moral, etika dan kepribadian yang baik di dalam menyelesaikan tugasnya.
  1. c. Berperan sebagai  warga  negara  yang  bangga dan cinta  tanah  air serta  mendukung perdamaian dunia.
  2. d. Mampu   bekerja   sama   dan   memiliki   kepekaan   sosial   dan   kepedulian  yang  tinggi terhadap masyarakat dan lingkungannya.
  3. e. Menghargai  keanekaragaman   budaya,  pandangan,  kepercayaan,   dan  agama  serta pendapat/temuan original orang lain.
  4. f. Menjunjung  tinggi  penegakan  hukum  serta  memiliki  semangat  untuk  mendahulukan kepentingan bangsa serta masyarakat luas.

5.3.    Peran Kerja

KKNI    ini merupakan jalur untuk bekerja pada  kompetensi  keahlian  Multimedia,   dalam melaksanakan pekerjaan, bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab membimbing  orang lain.

5.4.    Kemungkinan Jabatan

Kemungkinan jabatan yang dapat diem ban oleh pemegang sertifikat ini adalah -

5.5.    Aturan Pengemasan.

Didalam pemaketan yang ditetapkan untuk level II Kompetensi Keahlian Multimedia   adalah sebagai berikut :

 

5.5.1.    Jenis Kemasan

5.5.2.    Nama Skema

5.5.3.    Aturan Pengemasan :

 

:  KKNI

:  KKN I      Level  II pada Kompetensi Keahlian Multimedia

 

Untuk mendapatkan  KKNI Level II pada Kompetensi Keahlian Multimedia, kompetensi yang harus dicapai dengan total   15 (lima belas) unit kompetensi yang terdiri dari:

-------------��

 

  1. 4 ( empat)    Unit Kompetensi Inti
  1. b. 11  ( sebelas)    Unit Kompetensi Fungsional

5.6.     Rincian Unit Kompetensi

Rincian Unit Kompetensi atau Uraian Tugas

NO          KODE UNIT                                                    JUDUL UNIT KOMPETENSI UMUM DAN INTI

1

TIK.MM01.004.01

Memperagakan pengetahuan dan syarat - syarat multimedia

2

TIK.MM01.005.01

Mengidentifikasi komponen multimedia

3

TIK.MM01.007.01

Memilih dan memakai software dan hardware untuk multimedia

4

TIK.MM01.012.01

Mengikuti prosedur kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja

5

TIK.MM02.032.01

KOMPETENSI FUNGSIONAL

Membuat, memanipulasi, dan menggabung gambar 20

6

TIK.MM02.049.01

Menyiapkan dan membuat frame/eel berwarna

7

TIK.MM02.052.01

Membuat rekaman gambar  berurutan untuk animasi

8

TIK.MM02.053.01

Membuat dan memanipulasi gambar-gambar digital

9

TIK.MM02.062.01

Menyiapkan  bahan dan dokumen  untuk editing

10

TIK.MM02.064.01

Menjalankan system editing non-linear

11

TIK.MM02.070.01

Menggabungkan gambar 20 kedalam sajian multimedia

12

TIK.MM02.071.01

Menggabungkan fotografi digital kedalam sajian multimedia

13

TIK.MM02.072.01

Menggabungkan audio kedalam sajian multimedia

14

TIK.MM02.074.01

Menggabungkan  Video ke dalam sajian multimedia

15

J.591120.006.01

Melakukan penyuntingan suara dan gambar bercerita

(animatic previsualisation)

5.7.     PENCAPAIAN  KOMPETENSI

Skema   KKNI   Level   II  pada   kompetensi   keahlian   Multimedia   dapat   dicapai   melalui pendekatan klaster  dan harus dicapai dalam 3 (tiga) tahun. Klaster yang digunakan adalah sebagai berikut:

 

5.7.1.

NO

Desain Gratis

KOOE UNIT

JUOUL UNIT

1

TIK.MM01.007 .01

Memilih dan memakai software dan hardware untuk multimedia

2

TIK.MM01.012.01

Mengikuti prosedur kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja

3

TIK.MM02.032.01

Membuat, memanipulasi, dan menggabung gambar 20

4

TIK.MM02.053.01

Membuat dan memanipulasi gambar-gambar digital

KOMPETENSI  UMUM DAN INTI

KOMPETENSI FUNGSIONAL

5.7.2.   Desain Gratis Percetakan

NO

KOOE UNIT

JUOUL UNIT

1

TIK.MM01.004.01

KOMPETENSI UMUM DAN INTI

Memperagakan pengetahuan dan syarat - syarat multimedia

2

TIK.MM01.005.01

Mengidentifikasi komponen multimedia

3

TIK.MM01.007.01

Memilih dan memakai software dan hardware untuk multimedia

KOMPETENSI FUNGSIONAL

4       TIK.MM02.032.01           Membuat, memanipulasi, dan menggabung gambar 20

5        TIK.MM02.049.01           Menyiapkan dan membuat frame/eel berwarna

6        TIK.MM02.053.01           Membuat dan memanipulasi gambar-gambar digital

7       TIK.MM02.070.01           Menggabungkan gambar 20 kedalam sajian multimedia

KOMPETENSI UMUM DAN INTI

8

TIK.MM02.071.01

Menggabungkan fotografi digital kedalam sajian multimedia

JUOUL UNIT

5.7.3.

Animasi 20

NO

KOOE UNIT

1

TIK.MM01.004.01

Memperagakan pengetahuan dan syarat- syarat multimedia

2

TIK.MM01.005.01

Mengidentifikasi komponen multimedia

3

TIK.MM01.007 .01

Memilih dan memakai software dan hardware untuk multimedia

4

TIK.MM02.032.01

Membuat, memanipulasi,  dan menggabung gambar 20

5

TIK.MM02.052.01

Membuat rekaman gambar  berurutan untuk animasi

6

TIK.MM02.064.01

Menjalankan system editing non-linear

7

J.591120.006.01

Melakukan penyuntingan suara dan gambar bercerita (animatic

previsualisation)

KOMPETENSI FUNGSIONAL

5.7.4.  Pengolahan Audio Video                                                                     

�����������\  ��

 

NO             KODE UNIT                                                         JUDUL UNIT

KOMPETENSI UMUM DAN INTI

1             TIK.MM01.004.01             Memperagakan pengetahuan dan syarat- syarat multimedia

2       TIK.MM01.005.01             Mengidentifikasi komponen multimedia

3        TIK.MM01.007 .01             Memilih dan memakai software dan hardware untuk multimedia

KOMPETENSI FUNGSIONAL

4        TIK.MM02.062.01             Menyiapkan bahan dan dokumen untuk editing

5        TIK.MM02.064.01             Menjalankan system editing non-linear

6        TIK.MM02.072.01             Menggabungkan audio kedalam sajian multimedia

7        TIK.MM02.074.01             Menggabungkan Video  ke dalam sajian multimedia

  1. 6. PERSYARATAN  DASAR PEMOHON SERTIFIKASI

6.1.    Peserta didik pada SMK kompetensi keahlian Multimedia yang telah menyelesaikan seluruh mata pelajaran

6.2.   Telah memiliki sertifikat atau surat keterangan telah melaksanakan Praktek Kerja lndustri

6.3.    Memiliki nilai rapot pada kompetensi terkait.

  1. HAK PEMOHON  SERTIFIKASI  DAN KEWAJIBAN  PEMEGANG  SERTIFIKAT

7.1.    Hak Pemohon

7.1.1.  Memperoleh  penjelasan tentang gambaran  proses sertifikasi sesuai dengan skema sertifikasi

7.1.2.   Mendapatkan hak bertanya berkaitan dengan kompetensi

7.1.3.  Memperoleh pemberitahuan tentang kesempatan untuk menyatakan, dengan alasan, permintaan untuk disediakan  kebutuhan khusus sepanjang  integritas asesmen tidak dilanggar, serta mempertimbangkan aturan yang bersifat nasional.

7.1.4.   Memperoleh jaminan kerahasiaan terhadap proses sertifikasi

7.1.5.   Memperoleh hak banding terhadap keputusan Sertifikasi

7.1.6.   Memperoleh sertifikat kompetensi jika dinyatakan kompeten

7.1.7.  Menggunakan  sertifikat  yang  diperoleh  untuk  promosi  diri  sebagai  tenaga  pada bidang multimedia

7.2.    Kewajiban Pemegang Sertifikat

7.2.1.   Melaksanakan keprofesian di kompetensi  Keahlian Multimedia.

7.2.2.   Menjaga dan mentaati kode etik profesi secara sungguh-sungguh  dan konsek�

\ �)'->

 

7.2.3.  Menjamin bahwa sertifikat kompetensi tidak disalahgunakan.

7.2.4.   Menjamin terpelihara kompetensi yang sesuai pada sertifikat kompetensi.

7.2.5.  Menjamin  bahwa seluruh pernyataan dan  informasi yang diberikan  adalah terbaru, benar dan dapat dipertanggung jawabkan.

  1. 8. BIAYA SERTIFIKASI

8.1.   Biaya sertifikasi dapat bersumber dari pemerintah, partisipasi masyarakat atau sumber dana lainnya.

8.2.  Biaya  uji terdiri dari biaya pendaftaran peserta, penerbitan sertifikat, honor asesor, penggandaan  materi,  biaya  akomodasi  dan  transpor  asesor  yang  diperhitungkan sesuai kondisi dan rencana pelaksanaan  asesmen.

  1. 9. PERSYARATAN  PROSES SERTIFIKASI

9.1   Proses  Pendaftaran

9.1.1    Pemohon memahami proses Asesmen (Skema Sertifikasi Multimedia)  ini yang mencakup  persyaratan dan  ruang  lingkup sertifikasi, penjelasan  proses  penilaian, hak pemohon, biaya sertifikasi dan kewajiban pemegang sertifikat

9.1.2     Pemohon  mengisi formulir Permohonan Sertifikasi  (APL 01) yang dilengkapi dengan

bukti:

  1. a. Kopi Kartu Pelajar
  1. b. Bukti dari persyaratan klausul 6
  1. Pas foto terbaru 4x6 sebanyak 2 lembar

9.1.3    Peserta   mengisi formulir Asesmen Mandiri (APL 02)   dan dilengkapi  dengan  bukti- bukti pendukung.

9.1.4    Peserta menyatakan setuju untuk memenuhi persyaratan sertifikasi dan memberikan setiap informasi yang diperlukan untuk penilaian.

9.1.5    LSP SMK menelaah  berkas pendaftaran untuk konfirmasi bahwa peserta sertifikasi memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam skema sertifikasi.

9.2   Proses Asesmen

9.2.1   Asesmen  skema  sertifikasi KKNI     level II Kompetensi Keahlian Multimedia direncanakan dan disusun dengan cara yang menjamin bahwa verifikasi persyaratan

 

skema  sertifikasi  telah   dilakukan  secara  obyektif  dan  sistematis  dengan  bukti terdokumentasi untuk memastikan kompetensi.

9.2.2     Pelaksanan  Asesmen  untuk  skema  sertifikasi  KKNI  level  II  Kompetensi  Keahlian

Multimedia dapat dilakukan sekaligus atau dengan cara dicicil per klaster sertifikasi.

9.2.3     LSP   SMK   memilih   dan   menugaskan   Asesor  Kompetensi  untuk  melaksanakan

Asesmen.

9.2.4    Asesor melakukan verifikasi persyaratan skema  menggunakan  perangkat asesmen dan mengkonfirmasikan bukti yang akan dikumpulkan  dan bagaimana  bukti tersebut akan dikumpulkan.

9.2.5    Asesor  menjelaskan,  membahas  dan  mensepakati    rincian  rencana asesmen dan proses asesmen  dengan Peserta Sertifikasi.

9.2.6    Asesor   melakukan  pengkajian    dan   evaluasi    kecukupan    bukti   dari  dokumen pendukung  yang disampaikan pada   lampiran dokumen  Asesmen Mandiri APL-02, untuk memastikan bahwa bukti tersebut mencerminkan  bukti yang diperlukan.

9.2.7    Hasil proses asesmen yang telah memenuhi aturan bukti VATM direkomendasikan Kompeten  dan yang  belum memenuhi  aturan bukti VATM  direkomendasikan untuk mengikuti proses lanjut uji kompetensi.

9.3   Proses Uji Kompetensi

9.3.1      Uji  kompetensi  skema  sertifikasi  KKNI  level  II  Kompetensi   Keahlian  Multimedia dirancang  untuk menilai  kompetensi yang  dapat dilakukan  dengan  menggunakan metoda  praktik, tertulis, lisan yang  andal  dan  objektif serta  konsisten.  Rancangan persyaratan  uji kompetensi  menjamin setiap hasil uji dapat dibandingkan  satu sama lain, baik  dalam  hal  muatan  dan  tingkat kesulitan, termasuk  keputusan  yang  sah untuk kelulusan atau ketidaklulusan.

9.3.2    Uji  kompetensi   dilaksanakan   di  Tempat   Uji  Kompetensi   (TUK)  yang  ditetapkan melalui verifikasi LSP SMK.

9.3.3     Peralatan  teknis  yang  digunakan  dalam  proses  pengujian  skema  sertifikasi  KKNI

level II Kompetensi Keahlian Multimedia diverifikasi dan dikalibrasi.

9.3.4    Proses Uji kompetensi dapat dilakukan sekaligus atau dengan cara dicicil per klaster sertifikasi.

9.3.5     Bukti yang dikumpulkan  melalui uji kompetensi dievaluasi untuk memastikan bahwa

bukti    tersebut    mencerminkan    bukti    yang   diperlukan    untuk   memperlihatkan kompetensi telah memenuhi aturan bukti VATM.                                                   \-:-t )o

 

9.3.6 Hasil proses uji kompetensi yang telah memenuhi aturan bukti VATM direkomendasikan "Kompeten" dan yang belum memenuhi aturan bukti VATM direkomendasikan "Belum Kompeten".

9.3.7    Asesor  melaporkan  dan  menyampaikan  rekomendasi  hasil  uji  kompetensi  kepada

LSP SMK.

9.4   Keputusan Sertifikasi

9.4.1      LSP   SMK   menjamin    bahwa    informasi  yang   dikumpulkan   selama   proses   uji kompetensi mencukupi untuk:

  1. mengambil keputusan sertifikasi;
  1. melakukan penelusuran apabila terjadi banding.

9.4.2    Keputusan sertifikasi terhadap peserta hanya dilakukan oleh LSP SMK berdasarkan rekomendasi dan informasi yang dikumpulkan oleh asesor melalui proses uji kompetensi. Personil pelaksanaan   uji  kompetensi   tidak  ikut serta  dalam  membuat keputusan sertifikasi.

9.4.3    Personil LSP SMK yang membuat keputusan sertifikasi harus memiliki pengetahuan yang  cukup  dan  pengalaman  dalam  proses  sertifikasi untuk menentukan  apakah persyaratan sertifikasi telah dipenuhi.

9.4.4  LSP SMK melakukan rapat teknis untuk memverifikasi berkas sertifikasi dan menetapkan status kompetensi yang dibuat dalam berita acara, untuk proses penerbitan sertifikat kompetensi.

9.4.5    LSP  SMK  menerbitkan   sertifikat  kompetensi   kepada   semua  yang  telah  berhak menerima  sertifikat dalam bentuk  surat  dan/atau  kartu,  yang  ditandatangani dan disahkan  oleh  personil  yang  ditunjuk  LSP  SMK  dengan  masa  berlaku  sertifikat  3 (tiga) tahun.

9.4.6    Sertifikat KKNI level II diserahkan setelah seluruh persyaratan sertifikasi dipenuhi.

9.5   Pembekuan dan Pencabutan Sertifikat

9.5.1.   LSP SMK akan melakukan pembekuan apabila:

  1. pemegang  sertifikat menyalahgunakan  kewenangan  yang telah diberikan. b.   pemegang  sertifikat mencemarkan nama baik LSP SMK.

9.5.2   LSP  SMK  akan  melakukan  pencabutan  sertifikat apabila  terjadi  penyalahgunaan setifikat dan pelanggaran  telah diberikan peringatan tetapi tidak diindahkan

 

9.6   Pemeliharaan Sertifikat

LSP SMK tidak melakukan Pemeliharaan terhadap Sertifikat Kompetensi.

9.7   Proses Sertifikasi Ulang

LSP SMK tidak melakukan Proses Sertifikasi Ulang.

9.8   Penggunaan Sertifikat

Pemegang sertifikat KKNI  Level  II  Kompetensi Keahlian Multimedia  harus  menandatangani persetujuan untuk :

9.8.1   Memenuhi ketentuan skema sertifikasi.

9.8.2  Sertifikat hanya berlaku untuk ruang lingkup sertifikasi yang diberikan.

9.8.3  Tidak menyalahgunakan sertifikat yang dapat merugikan LSP SMK.

9.8.4  LSP   SMK   akan   menghentikan   semua   kewenangan   pemegang   sertifikat   yang berhubungan dengan sertifikat yang telah diterbitkan.

9.8.5  Penyalahgunaan  sertifikat  kompetensi  akan  diberikan  sanksi  sesuai  peraturan  yang berlaku.

9.9   Banding

9.9.1   LSP  SMK  menetapkan  prosedur  untuk  menerima,  melakukan  kajian,  dan  membuat keputusan terhadap banding.

9.9.2  LSP  SMK  menetapkan  prosedur  yang  menjamin  bahwa  semua  banding  ditangani secara konstruktif, tidak berpihak dan tepat waktu.

9.9.3  Penjelasan   mengenai   proses   penanganan  banding  dapat  diketahui  publik  tanpa diminta.

9.9.4  LSP SMK memberitahukan secara resmi kepada pemohon banding pada akhir proses penanganan banding.

JSN Decor is designed by JoomlaShine.com